Followeek.com
  • Home
  • Teknologi
  • Marak Kebocoran Paspor WNI, Kominfo Temukan 98 Kasus Kebocoran Data Dalam 4 Tahun Terakhir

Marak Kebocoran Paspor WNI, Kominfo Temukan 98 Kasus Kebocoran Data Dalam 4 Tahun Terakhir

Author: adminfolloweek Juli 09, 2023 15:34 Juli 09, 2023 510 views
kebocoran-data

Data pribadi merupakan informasi yang paling penting dan harus dijaga sebaik-baiknya agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Banyaknya celah yang ada pada situs perusahaan maupun instansi pemerintah semakin mempermudah seseorang untuk meretas data pribadi masyarakat. Hal ini memang hanya bisa dilakukan oleh hacker saja, kurangnya literasi keamanan data digital dan juga tidak adanya hukum yang pasti mengenai tindak kejahatan digital semakin membuka jalan bagi para hacker untuk melancarkan aksinya.

Indonesia masuk peringkat tiga dengan jumlah akun yang mengalami kebocoran data paling terbanyak, bahkan sudah ada lebih dari 12 juta akun yang berhasil diretas dan terus meningkat setiap bulannya. Hal ini tentu membuat Pemerintah harus memperbaiki dan juga mengatasi serangan hacker demi keamanan masyarakat.

Ketika bertanya mengenai alasan hacker melakukan hal tersebut, keuntungan finansial lah alasan utama motif terbesar dari hacker melakukan pembobolan data pribadi perorangan dan akibat faktor pandemi yang melanda sehingga membuat semua orang mencari uang dengan berbagai cara.

Kebocoran data di tanah air bukanlah kali pertama terjadi, bahkan terus berulang hingga saat ini. Kementerian komunikasi dan Informatika menjelaskan bahwa dari tahun 2019 sampai tahun 2023 sudah menemukan sebanyak 98 kasus kebocoran data pribadi. Semuel Abrijani Pangerapan yang merupakan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian kominfo mengatakan bahwa kasus ini bukan hanya mengenai kebocoran data pribadi saja namun juga termasuk dalam pelanggaran perlindungan data pribadi yang lainnya.

Disampaikan oleh mantan ketua APJII bahwa sudah 23 kasus yang sudah diberikan sanksi dan juga rekomendasi dan termasuk dalam pelanggaran. Dan dari semua kasus tersebut, Semuel Abrijani mengatakan bahwa kominfo mengidentifikasi adanya 33 kasus yang tidak termasuk dalam pelanggaran PDP dan 23 kasus yang tersisa masih dalam penanganan dan ini merupakan sebuah pelanggaran namun pelanggaran ringan dan perlu meningkatkan tata kelola dan juga sistem penanganan mengenai data pribadi.

You May Also Like
  • Makin Canggih!! Google Ciptakan Al Yang Bisa Menulis Berita, Wartawan Terancam?
  • Cara Membuat QRIS Dengan Cepat dan Mudah
  • Sophia, Robot Cerdas AI
  • Asus Resmi Luncurkan ROG Ally Versi Mahal di Indonesia Dengan Harga Rp 10 Jutaan Cocok Untuk Main Game PC

Sudah diberitakan sebelumnya bahwa kasus kebocoran data kembali membuat gempar masyarakat Indonesia, dugaan kebocoran data pada 35 juta pengguna Indihome yang diumbar oleh BJorka diantaranya meliputi IP, email, nomor telepon, nomor Indihome, NIK, jenis perangkat, alamat dan juga informasi pelanggan namun pihak yang bersangkutan yakni pihak telkom membantah adanya kebocoran data tersebut.

Tidak berhenti disitu saja dan tidak lama setelah kejadian tersebut, terjadi kebocoran data sebanyak 24 juta paspor warga negara Indonesia diberitakan mengalami pembobolan oleh pelaku yang sama yakni BJorka. Ditjen Imigrasi, BSSN, dan juga Kominfo terus melakukan penelusuran mengenai dugaan kebocoran tersebut.

Semuel Abrijani mengatakan berdasarkan investigasi awal yang sudah dilakukan oleh Tim Investigasi Perlindungan  Data Pribadi baik itu dari situs yang menawarkan data tersebut ataupun informasi dari masyarakat, Kominfo menemukan fakta adanya kemiripan data dengan data paspor.

Walaupun demikian, Semuel Abrijani mengatakan jika sampai saat ini Kominfo masih belum menyimpulkan mengenai penemuan tersebut dan merupakan data apa, kapan, dari mana, serta bagaimana terjadinya kebocoran dan maka dari itu Kominfo akan melakukan klarifikasi kepada pihak Ditjen Imigrasi Kemenkumham.

98 Kasus Kebocoran Data Dalam 4 Tahun Terakhir

Dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023, Kementerian Kominfo sudah menemukan sebanyak 98 kasus dugaan pelanggaran perlindungan mengenai data pribadi. Hal ini bukan semata kebocoran pribadi saja, namun juga termasuk dalam pelanggaran perlindungan data pribadi yang lainnya.

Dikutip menurut jumlah penyelenggara sistem elektronik yang ditangani sebanyak 65 PSE Privat dan juga 33 PSE Publik, bahkan menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo sudah ada sebanyak 19 kasus sudah diberikan rekomendasi perbaikan.

SHARE ON Whatsapp Facebook Google+ Pinterest Twitter Digg this
Wajib Banget Ditiru! Inilah Kebiasaan Orang Kaya Yang Bikin Makin Kaya Terungkap!! Inilah Alasan Banyak Mahasiswa Yang Pindah Jadi Warga Negara Singapura

Related Posts

woman-VR

Inilah Daftar Rekomendasi VR Terbaru Tahun 2023 Harga Termurah Dibawah Rp 200 ribuan

News ☉ Juli 05, 2023
xl axiata-5g

XL Axiata Dukung Penuh Percepatan Digitalisasi di Indonesia dan Wujudkan Smart City Dan Penerapan 5G

News ☉ Juni 22, 2023
bahaya-vpn

Perlu Diwaspadai, Inilah Resiko Penggunaan VPN Gratisan

News ☉ Juni 29, 2023
chatgpt-hal-yang-tidak-bisa-dilakukan-chatgpt

Pekerjaan Lebih Mudah dengan Menggunakan ChatGPT, Begini Tutorial Praktisnya

Teknologi ☉ Juni 28, 2023
alat-dapur-elektronik

Ide Alat Elektronik Terbaru Untuk Memperkaya Dapur Para Moms Dirumah

Teknologi ☉ Juli 17, 2023
anak-terus-bermain-game-online-waspadai-tanda-gaming-disorder-1557325880

Manfaat Bermain Game Pada Anak

News ☉ Juni 14, 2023

❭❭Featured Posts

chatgpt-hal-yang-tidak-bisa-dilakukan-chatgpt

Pekerjaan Lebih Mudah dengan Menggunakan ChatGPT, Begini Tutorial Praktisnya

Teknologi ☉ Juni 28, 2023
dapat-uang-dari-twitter

Cara Mendapatkan Uang Dari Aplikasi Twitter Buat Nambah Penghasilan

News ☉ Juli 19, 2023
bisnis-milenial

Ini Dia Sumber Modal Usaha Untuk Memulai Bisnis Milenial dan Gen Z

Bisnis ☉ Juli 03, 2023
woman-VR

Inilah Daftar Rekomendasi VR Terbaru Tahun 2023 Harga Termurah Dibawah Rp 200 ribuan

News ☉ Juli 05, 2023
harga-BBM-terbaru

Akan Hadir Pertamax Jenis Baru, Inilah Daftar Harga Terbarunya Per 25 Juli 2023

News ☉ Juli 25, 2023
menteri-BUMN

Disuntik Dana Rp 10,4 Triliun, Terungkap Banyak Proyek BUMN yang Mandek dan Nasibnya Tidak Jelas

Bisnis ☉ Juni 22, 2023

Recent Posts

  • Waspada!! Modus Phishing Menyamar Jadi “BNI” Ancam Pengguna Android dan Iphone di Whatsapp
  • Akan Hadir Pertamax Jenis Baru, Inilah Daftar Harga Terbarunya Per 25 Juli 2023
  • Beginilah Cara Bagi Hasil Usaha Pemodal dan Pengelola Usaha Modal
  • Presiden Jokowi Cawe-cawe Amankan Pilpres 2024 Lewat Perombakan Kabinet
  • Begini Cara Mudah Cek Nomor XL Paling Gampang Tahun 2023

LABEL

  • Bisnis
  • News
  • Smartphone
  • Teknologi
morganslot
Copyright© 2022 - Followeek.com